Yann LeCun Kritik xAI Milik Elon Musk, Sebut Sulit Bersaing di Industri AI

Daftar Isi
Yann LeCun Kritik xAI Milik Elon Musk, Sebut Sulit Bersaing di Industri AI
(Foto: REUTERS/Nathan Howard)

KataRedaksi.com - Peneliti kecerdasan buatan Yann LeCun kembali melontarkan kritik tajam kepada Elon Musk. Ia menilai xAI, perusahaan AI milik Musk, berada dalam kondisi sulit dan berpotensi tertinggal dari para pesaingnya.

LeCun dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan kecerdasan buatan. Ia bahkan kerap dijuluki sebagai salah satu “bapak AI” karena kontribusinya dalam bidang tersebut.

Sebelumnya, LeCun pernah menjadi peneliti AI utama di Meta. Setelah keluar dari perusahaan tersebut, ia kemudian mendirikan AMI Labs.

LeCun Sebut xAI Mengalami Kemunduran

Perseteruan antara LeCun dan Musk bukan hal baru. Keduanya telah beberapa kali berbeda pandangan terkait AI, termasuk mengenai berbagai pernyataan Musk di media sosial.

Musk sendiri pernah menuding LeCun sudah lama tidak memahami perkembangan AI. Namun, LeCun kini kembali menyindir perusahaan AI yang dibangun Musk.

"xAI bisa dibilang gagal, terus terang, karena tim pendirinya telah pergi," kata LeCun kepada CNBC, seperti dikutip detikINET, Sabtu (20/6/2026).

Menurut LeCun, kepergian sejumlah pendiri membuat posisi xAI menjadi lebih berat. Ia menilai Musk juga akan kesulitan menarik talenta terbaik di bidang kecerdasan buatan.

"Elon sekarang berada dalam posisi yang sangat sulit untuk merekrut orang-orang terbaik di bidang AI, karena ia tidak berperilaku dengan baik terhadap tim sebelumnya," sambungnya.

Sejumlah Pendiri xAI Disebut Hengkang

Dalam setahun terakhir, sebagian besar co-founder xAI dilaporkan telah meninggalkan perusahaan tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu alasan LeCun meragukan masa depan xAI.

Pada Februari, Musk disebut menggabungkan SpaceX dengan xAI dengan valuasi mencapai USD 1,25 triliun. Pekan lalu, perusahaan itu juga mulai melantai di bursa saham.

Dalam kuartal yang berakhir pada 31 Maret, divisi AI SpaceX yang mencakup xAI mencatat kerugian operasional sebesar USD 2,5 miliar. Sementara itu, AMI Labs berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar USD 1 miliar pada Maret.

Infrastruktur Jadi Aset Utama xAI

LeCun menilai xAI masih memiliki aset penting berupa infrastruktur komputasi berskala besar. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat disewakan kepada perusahaan lain untuk membantu menutup kerugian.

Pernyataan itu merujuk pada pusat data Colossus 1 dan Colossus 2 milik xAI yang berlokasi di Memphis, Tennessee.

Sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google dan Anthropic, disebut telah menyewa kapasitas daya komputasi dari pusat data xAI tersebut.

LeCun Pesimistis Melihat Prospek xAI

Saat ditanya mengenai peluang xAI bersaing dengan perusahaan AI besar seperti OpenAI dan Anthropic, LeCun tidak menunjukkan keyakinan besar.

Ia menilai xAI masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam mempertahankan tim inti dan menarik tenaga ahli terbaik di industri AI.

"Saya tidak terlalu optimis tentang prospek xAI," ujar LeCun.

space iklan
space iklan
space iklan
space iklan
space iklan

Ruang Promosi

Advertorial Pilihan Redaksi

Sajian artikel promosi, profil brand, bisnis, layanan, dan informasi pilihan yang dikemas secara menarik untuk pembaca.

Lihat Advertorial

Advertorial Terbaru

Lihat Semua
Memuat advertorial...



BERITA

Selengkapnya
Memuat artikel...


space iklan

Memuat artikel...


space iklan

Memuat artikel...

space iklan
space iklan
Iklan
Iklan